Profil

Gereja JAGI berdiri sebagai wujud kerinduan untuk mencari pengajaran Yesus Kristus yang seutuhnya, mengingat begitu banyak perbelokan sejarah dalam penentuan dogma-dogma di dunia Kristen. Pengaruh budaya Helenistik-Romawi yang begitu kuat telah menggeser poros ajaran Kristen sejak zaman Kaisar Konstantin di abad ke-3 Masehi, dibandingkan dengan tradisi Kristen yang dihidupkan oleh Yesus Kristus sendiri, para rasul murid Yesus Kristus, dan orang-orang Kristen perdana di abad ke-1 Masehi. Untuk itulah, tanpa keinginan untuk menentukan benar/salah dengan kawan-kawan Kristen lain, para pendiri Gereja JAGI memberanikan diri untuk menyelidiki dan menguji ulang ajaran-ajaran dasar dalam kekristenan, sehingga hasilnya berdirilah sebuah komunitas Kristen Unitarian yang bernama Gereja JAGI ini.

Didirikan sebagai penggabungan dua kelompok persekutuan, yang pertama dipimpin oleh Elder/Pendeta W.A. Sahetapy dan Elder/Pendeta Jerry G. Pattisina dan yang kedua dipimpin oleh Elder/Pendeta Tjahjadi Nugroho dan Elder/Pendeta Nathan Tjahjasaputra. Gereja JAGI akhirnya memulai jejak perjalanannya dengan ibadah gabungan pertama tanggal 30 Mei 1998.

Pengesahan pendaftaran sebagai Gereja diperoleh dari Dirjen Bimas Kristen pada Departemen Agama Republik Indonesia tanggal 26 Juli 2000 dengan Keputusan Nomor : F/Kep/HK.00.5/73/2310/2000. Gereja JAGI memutuskan untuk berpusat di Kota Semarang, Jawa Tengah, Indonesia, dan saat ini terdapat cabang-cabang Gereja di : Semarang, Jakarta, Solo, Sukorejo-Pasuruan.

Visi Gereja JAGI :

“Gereja yang beriman dalam kebenaran Allah, menghidupkan teladan Yesus Kristus, membawa terang bagi dunia, dan mempersiapkan jemaat untuk hidup kudus menyambut kedatangan Yesus Kristus”

Misi Gereja JAGI :

  1. Membangun dan membina jemaat dalam kesatuan iman, pengenalan yang benar akan satu-satunya Allah yang benar dan Yesus Kristus yang diutusNya, kedewasaan penuh, dan tingkat pertumbuhan rohani yang sesuai dengan kesempurnaan Kristus.
  2. Menyatakan kebenaran Kitab Suci, menyampaikan amaran nubuat Ilahi kepada bangsa dan dunia dengan cara yang lemah lembut dan sopan.
  3. Mewujudkan peran nyata bagi masyarakat, bangsa, dan negara di mana Gereja hadir melalui berbagai pelayanan dan kegiatan sosial kemasyarakatan”

Pengurus Pusat Gereja JAGI 2015-2020

Ketua Badan Pembina Gereja              : Eld/Pdt. DR. Tjahjadi Nugroho

Ketua Dewan Keimamatan                  : Eld/Pdt. Nathan Tjahjasaputra

Sekretaris Dewan Keimamatan           : Eld/Pdt. Tirto Sujoko

Ketua Badan Pimpinan Pusat               : Eld/Pdt. Aryanto Nugroho

Sekretaris Badan Pimpinan Pusat        : Eld/Pdt. Kristanto Tjahjasaputra

Bendahara Badan Pimpinan Pusat       : Oktino Setyo Irawan, SE, SH

Gereja JAGI mempercayai YHWH sang Bapa, sebagai satu-satunya Allah (God) dan Yesus Kristus sebagai Tuhan (Lord) dan Mesias, berpegang pada Alkitab secara utuh termasuk menjalankan ibadah pada hari Sabat (Sabtu), mengutamakan pembaharuan hidup jemaat sesuai kebenaran Allah dibandingkan penambahan kuantitas institusi, menghormati hak pilih setiap manusia untuk menentukan imannya, serta menolak segala bentuk pemaksaan dan kekerasan atas nama agama.