Jangan Selalu Salahkan Orang Lain

Sebagai makhluk sosial pasti dalam hidup ini kita akan selalu berinteraksi dengan manusia lainnya dan didalam hubungan tersebut adakalanya orang lain melakukan kesalahan kepada kita. Manusiawi sekali jika kita marah dan kesal atas perbuatannya itu.

Wajar kalau kita ungkapkan kesalahan tersebut agar diketahui oleh pelaku dan berharap dia tidak mengulanginya. Mengeluarkan beban hati, marah dan kesal dengan menyalahkan orang lain memang dapat membuat perasaan lega, namun jangan keterusan dan menyimpannya dihati karena akan mengganggu hubungan dan perkembangan pribadi kita sendiri.

Bila kita mencermati berita-berita di media massa akhir-akhir ini, kita akan menemukan fenomena menarik. Kita akan melihat dan mendengar bermunculan orang, tokoh yang mewakili pribadinya atau kelompok tertentu mengeluarkan statemen yang selalu menyalahkan orang lain dan berpikir negatif terhadap orang lain terutama lawan politiknya terkadang dengan kata-kata yang tidak etis.Menyalahkan orang lain merupakan hal yang paling gampang, menyatakan diri tidak bersalah, untuk menghindari diri dari masalah dan agar kita dinilai paling benar.

Namun sebagai manusia kita tidaklah sempurna, kita juga pasti akan melakukan kesalahan. Jika kita melakukan kesalahan, jujurlah, akui serta minta maaf dan jangan lakukan lagi. Bukan malah melimpahkan kesalahan kepada orang lain.Sikap seperti ini tidak baik bagi pertumbuhan keperibadian dan kerohanian.

Kita sering dan mudah menyalahkan orang lain karena kegagalan kita sendiri dalam menjalankan tugas serta tanggung jawab dan dalam hubungan sosial. (Lukas 6:41). Sebagai imam, kepala keluarga, atasan, guru, ketua, komandan atau kepala dalam suatu organisasi mungkin kita lalai, tidak bisa diteladani, tidak melayani namun menuntut banyak dan bila terjadi hal yang tidak diharapkan lalu melemparkan kesalahan kepada orang lain, tidak mendukung dan memotivasi untuk perbaikan. Karena bisa saja kesalahan yang terjadi ada andil kita disana.Selama kita hidup tentunya masalah selalu ada, baik yang berat maupun yang ringan.

Namun harus kita sadari bahwa selalu ada hal baik di balik semua masalah. Masalah harus kita hadapi sendiri maupun bersama-sama. Bukan untuk dihindari apalagi dengan melemparkan kesalahan kepada orang lain. Masalah yang kita hadapi adalah ujian agar kita semakin tekun dan kuat. Jika seorang murid tidak mampu menyelesaikan ujian dengan baik, apakah bisa naik kelas? Begitu juga kita yang tidak mampu menyelesaikan masalah, apakah kita layak menerima berkat TUHAN? (Yakobus 1:2-4)Jadi janganlah kita menyalahkan siapa pun dan keadaan apa pun, apalagi sampai menyalahkan TUHAN atas malasah yang terjadi.

Apa pun permasalahan yang kita hadapi, lebih baik segera introspeksi diri, mohon ampunan dan bimbingan TUHAN agar diberikan jalan keluar dalam menyelesaikan masalah yang kita hadapi.Kita harus menjadi agen perubahan dan menjadi terang dan garam di lingkungan kita (Matius 5:13-16). Kita harus dapat menjadi contoh berperilaku di manapun, dan tetap mampu memberi pencerahan dalam kondisi apapun. Jangan biasakan menyalahkan orang lain, tetapi selidikilah dahulu hati kita dan lakukanlah yang baik. (Mazmur 139:23,24).

Jangan menyalahkan orang tua kita, pasangan kita, anak-anak kita, saudara-saudara kita, kawan-kawan kita, lingkungan kita, pejabat pemerintahan dan sebagainya. Kawan-kawan mari mulai sekarang jangan lagi saling menyalahkan, tetapi bersama-sama menyelesaikan kesalahan itu agar situasi pulih kembali dan damai sejahtera akan terwujud.

Amen.

Leave a Reply

Your email address will not be published.