Kerajaan Allah Ada Pada Kita

Banyak orang yang menafsirkan “carilah dahulu kerajaan Allah” adalah mengumpulkan harta sebanyak banyaknya dengan doktrin “kemakmuran”. Banyak bermunculan guru-guru palsu yang mengajarkan kepada jemaatnya bahwa “orang kaya adalah orang yang diberkati”.

“Allah ingin memberkatimu dengan kekayaan!” Tetapi pengertian itu bukanlah maksud dari nasihat Yesus yang menyatakan kita harus mencari dulu kerajaan Allah pada khotbah di bukit yang tertulis dalam Matius 6:33, kita bukan diajarkan untuk memperkaya diri.Allah memang telah berjanji akan memenuhi segala keperluan kita (Filipi 4:19), tetapi apakah kita mengetahui apa keperluan kita sebenarnya? Dan apakah keperluan kita yang dimaksudkan Tuhan adalah sama dengan yang kita inginkan? Kebutuhan manusia biasanya adalah harta kekayaan atau pangkat dan jabatan yang tinggi.

Katanya bila dia kaya dan punya kekuasaan dapat melakukan pekerjaan pelayanan lebih baik lagi, tapi setelah itu didapatkan dia lupa untuk melayani malah masih terus minta untuk dilayani. Kebutuhannya tidak pernah terasa cukup. Keperluan manusia terkadang adalah kekurangan, kemiskinan, kepahitan atau kesendirian. Manusia perlu ujian agar dia kuat. Sebagaimana Ayub atau Elia yang dibiarkan TUHAN dicobai oleh setan maupun oleh Izebel, wanita jahat itu (Ayub 1-2; 1 Raja-Raja 18-19).

Kerajaan Allah telah diberikan kepada kita, tetapi apakah kita menyadarinya? Disaat kita melayani sesama, memberi makan orang yang lapar, memberi minum orang yang haus, memberi pakaian kepada orang yang telanjang, menjenguk orang sakit, mengunjungi orang yang dipenjarah, melakukan sesuatu yang baik kepada orang yang dianggap hina oleh masyarakat, membantu mereka yang terbuang, menolong mereka yang kekurangan dan menderita, pada saat itulah kita telah ikut membangun kerajaan Allah.Tetaplah sehat, kuat dan semangat.

Amen. Gbu(daniel pasaribu)

Leave a Reply

Your email address will not be published.