Mengucap Syukur

Dalam kehidupan kita, selalu diwarnai dengan ritual pengucapan syukur. Dari mulai kelahiran anak sampai kepada kematian. Cara hidup yang demikian baik adanya, mengingatkan kita selalu kepada Allah yang Maha Pengasih dan membuat kita tetap sadar untuk tetap dijalan Nya. Kita harus senantiasa belajar mengucap syukur dalam segala situasi dan kondisi. Baik itu dalam keadaan senang, susah, tertekan, dikejar-kejar hutang maupun ketika menderita penyakit. Tokoh yang dapat kita jadikan teladan dalam mengucap syukur adalah Nabi Daud. Dalam banyak tulisannya di kitab Mazmur, Daud selalu mengungkapkan bahwa Tuhan itu baik. Hal tersebut diungkapkannya karena dalam pergumulan hidupnya Daud telah melewati suatu proses pemurnian batin di berbagai badai hidup yang dialaminya.

Begitu juga para pejuang iman, nabi dan rasul yang telah berjerih lelah dalam pelayanan, banyak menderita, disesah, sering tidak tidur, kerap kali dalam bahaya maut, dilempari dengan batu, masuk keluar penjara dan terdampar dalam pelayanannya, mereka tetap bersyukur kepada Allah.

Tidak pernah keluar dari mulut mereka kata-kata sungutan, umpatan, makian atau frustrasi. Malahan mereka dapat memberi motivasi kepada para pengikutnya agar senantiasa mengucap syukur.

Kita mengucap syukur bukan hanya karena keadaannya yg baik, tetapi kita tetap bersyukur sekalipun keadaan susah. Tuhan pasti menolong dan menunjukkan kebaikan-Nya kepada kita, sehingga Iblis tidak mendapat keuntungan atas kita.Bila kita senantiasa mengucap syukur, kita akan memiliki karakter atau kepribadian yang positif. Kita semakin bertumbuh secara rohani.

Bersyukur akan memberi kita kekuatan, semangat dan harapan untuk beraktifitas agar hidup kita lebih bermakna dan dapat menjadi berkat bagi sesama. Amen. GBUdaniel pasaribu

Leave a Reply

Your email address will not be published.